[Review] Kelebihan dan Kekurangan Samsung Galaxy M30

Posted on

Pertama kali memegang Samsung Galaxy M30feel-nya masih mirip dengan M20. Overall, materialnya masih plastik polikarbonat dengan finishing glossy di belakang. Tapi, glossy-nya di sini tidak kampungan alias tidak mudah meninggalkan bekas sidik jari.

Selain itu, build quality-nya juga cukup solid. Saya sudah sangat sering menyimpan smartphone ini di saku celana bersama-sama dengan kunci motor dan uang logam di dalamnya dan Alhamdullilah-nya tidak ada goresan halus sekalipun di belakang masih tetap mulus-mulus saja.

Pada kesempatan kali ini teknosentrik akan berikan review mengenai kelebihan dan kekurangan dari Samsung Galaxy M30, yuk simak ulasannya berikut ini.

Desain bodi

Galaxy M30 punya bobot yang lumayan berat, karena kapasitas baterainya besaryaitu 5000 mAh. Tapi justru inilah yang membuat Samsung Galaxy M30 terasa lebih mantap di genggaman tangan.

desain bodi samsung galaxy m30

Salah satu kelebihan yang menjadi daya tarik Samsung Galaxy M30 itu ada pada layarnya. Tidak seperti Samsung M20 yang masih memakai panel PLS-TFT yang sempat dihujat Netizen, Samsung Galaxy M30 ini sudah pakai panel layar kebanggaan Samsung, apalagi kalau bukan Super AMOLED. Ukuran layarnya sendiri juga lebih besar yaitu 6.4″, resolusinya sudah Full HD+ dan memakai rasio layar 19.5:9.

Yang cukup aneh, desain notch-nya malahtidak mirip dengan seri ‘M’ lainnya yang memakai Infinity V Display tapi di M30 ini memakai desain Infinity U Display yang mirip dengan Samsung Galaxy seri ‘A’ terbaru. Tidak banyak juga smartphone dengan harga serupa yang memakai panel layar SuperAMOLED.

Jadi, Samsung Galaxy M30 ini jelas menang banyak dari segi visual. Di sini, kita semua tahu dengan kualitas layar Super AMOLED Samsung tone warnanya lebih realistis, lebih pekat, lebih dramatis lebih ciamik, lebih enak saja dipakai untuk menonton film, YouTube bahkan menonton streaming di Netflix juga.

Oh ya, mode layarnya juga bisa di-custom yauntuk kebutuhan menonton film atau sekedar melihat foto di Galery. Kalau tidak mau repot, tinggal pilih tampilan adaptif yang mana akan menyesuaikan secara otomatis.

Layar Samsung Galaxy M30

Karena sudah memakai layar Super AMOLED, Samsung Galaxy M30 ini punya fitur Always On Display untuk menampilkan tanggal, jam, dan juga notifikasi meskipun layarnya dalam kondisi stand by. Pada M30 ini ada sekitar 17 template Always On Display yang bisa dipilih atau kalau kamu masih belum puas dengan 17 template tadi kamu bisa download lagi di Playstore.

Untuk pemakaian di luar ruangan, layar Super AMOLED ini masih cukup jelas visibilitasnya, dan tidak terlalu reflektif juga. Tapi ada satu hal yang menjadi kekurangan Samsung Galaxy M30 yang ternyata tidak memiliki sensor cahaya. Sensor yang biasa dipakai untuk fitur Auto-Brightness.

kelebihan dan kekurangan layar samsung galaxy m30

Jadi, apakah M30 ini tidak punya fitur Auto-Brightness? Punya sih tapi dengan cara yang berbeda. Kalau menurut analisis saya, sepertinya Samsung itu memanfaatkan fitur kamera depan untuk mengukur seberapa tinggi intensitas cahaya yang ada di sekitar.

Jadi, kalau kita sedang memakainya di luar ruangan, di bawah terik matahari, Auto-Brightness-nya akan langsung diset ke level paling tinggi. Sebaliknya, kalau kita memakai di dalam ruangan dengan cahaya yang seadanya, bahkan gelap-gelapan maka fitur Auto-Brightness-nya akan di-set ke level yang paling rendah.

Performa software

Selain layar, hal yang paling saya suka dari Samsung Galaxy M30 itu adalah pada software-nya. Samsung Galaxy M30 ini sudah menjalankan One UI yang berbasis Android Pie 9.

Mungkin itu salah satu alasan kenapa M30 agak terlambat masuk ke Indonesia karena kalau kita melihat versi Global yang sudah launching di negara lain lebih dulu, M30 di sana masih menjalankan Android Oreo 8.1 Jadi sepertinya sengaja menunggu One UI rilis untuk M30 baru kemudian masuk secara resmi di Indonesia.

Saya akui One UI itu merupakan salah satu custom Android Pie terbaik saat ini, dan ini menjadi salah satu kelebihan Samsung Galaxy M30 menurut saya. Tampilannya sudah sangat minimalis ikon-nya juga lucu-lucu, meski ukurannya agak besar. UI-nya juga sangat enak untuk dioperasikan dengan 1 tangan. Dan yang tidak kalah menarik, transisinya sangat smoothbaik itu transisi antar-layar, atau antar-aplikasi.

Untuk kontrol navigasinya juga bisa di-custom di sini. Jadi kalau kamu terbiasa memakai tombol Back di kiri kamu bisa sesuaikan saja dengan selera. Selain memakai Capacitive Button, untuk navigasinya juga bisa memakai mode full gesture supaya feel fullscreen-nya bisa lebih optimal.

Kekurangannya masih ada bloatware yang rasanya tidak terlalu penting kehadirannya. Ada beberapa aplikasi Samsung dan juga aplikasi dari Microsoft, secara Samsung dan Microsoft juga ada hubungan kerjasama, tapi dari sekian aplikasi bloatware tersebut yang paling saya suka sebenarnya cuma 1 yaitu Samsung Gift!

Kapan lagi ‘kan bisa mendapatkan penawaran diskon menarik setiap harinya dan itu cuma bisa dinikmati oleh pengguna smartphone Samsung saja.

Baca juga:

Hp Samsung 2 Jutaan Terbaik Tahun ini!

Sensor biometrik yang lengkap dan responsif

Untuk sensor biometriknya di sini juga cukup lengkap. Kamu bisa men-tap jari di fingerprint scanner belakang bisa setor muka juga memakai Face Unlock. Keduanya cukup responsif performanya, meski bukan yang tercepat di kelasnya. Masih ada jeda seper-sekian detik ketika unlock smartphone memakai kedua sensor biometrik tersebut.

Ada fitur dark mode yang nyaman di mata

One UI di Samsung Galaxy M30 ini juga sudah support Dark Mode atau tampilan mode malam yang sedang tren saat ini bahkan sudah dipakai di IOS 13. Tapi, berbeda dengan IOS 13, Dark Mode di One UI ini belum bisa dinikmati secara keseluruhan artinya, terbatas di tampilan Setting, notifikasi dan foto-foto di Galery.

Mungkin nantinya akan di-implementasikan di One UI selanjutnya yang berbasis Android Q. Pengalaman memakai Mode Malam ini, battery life-nya jadi juara sekali karena memang layar Super AMOLED ini cukup bersahabat dengan tampilan-tampilan yang serba gelap.

Satu-satunya kekurangan di sini adalah tidak adanya fitur Bixby. Tapi kalau dipikir-pikir, ini kan seri ‘M’ ya?! Entah itu harganya Rp 3 juta, tapi namanya tetap seri ‘M’ yang mana fitur Bibxy itu sepertinya masih exclusive untuk Samsung Galaxy seri ‘A’ ke atas.

Kamera Samsung Galaxy M30

kamera belakang samsung galaxy m30

Sekarang kita review tentang kameranya karena ada yang baru dari ponsel ini. Sekarang kameranya ada 3. Pertama ada kamera utama 13MP lalu kamera Ultra-Wide Angle 5MP dan satu sensor baru lagi yaitu Depth Sensor untuk foto bokeh resolusinya di 5MP.

Kamera depannya juga upgrade dari M20 yaitu dari 8MP menjadi 16MP. Tapi, apakah hasilnya bagus? Well, kita bahas satu persatu ya!

Pertama kita akan membahas di kamera utamanya dulu yang beresolusi 13MP dengan bukaan lensa f/1.9. Performa di daylight cukup impressive. Contrast-nya mantap betul! Saturasi warnanya juga sudah ala-ala smartphone yang punya kamera AI atau di sini sebutannnya Scene Optimizer.

Ditambah lagi, HDR-nya juga sudah auto ON. Urusan jepret foto-foto pada siang harihasilnya sudah bisa bersaing dengan kamera smartphone lain di kelasnya. Kalau mau yang natural, sebaiknya matikan sajadan bisa di-otak atik mode Pro supaya lebih puas.

Tapi sayangnya, di sini tidak bisa mengatur shutter speed. Kamera Ultra-Wide Angle di M30 ini memang bukan hal yang baru karena sudah ada di seri ‘M’ lain. Tapi tetap saja ini menjadi fitur yang asik dan lebih terpakai untuk smartphone dengan 3 kamera belakang. Sudut pandangnya juga cukup luas, di 123 derajat.

Salah satu kelebihan kamera M30 adalah saat mengambil foto-foto pemandangan kini tidak perlu lagi repot mundur-mundur demi mendapatkan frame yang lebih penuh. Kualitasnya sih tidak jauh berbeda dengan kamera mode normal. Scene Optimizer-nya di sini masih bisa dipakai. Warnanya masih cukup kuat, tidak cuma sekedar memperluas angle saja.

Kekurangannya, di mode Wide-Angle ini tidak bisa memakai mode Autofocus detail-nya juga masih kalah, dan ya, masalah klasik lensa wide yaitu distorsi. Entahlah, aneh saja, karena di Galaxy M30 inisaya tidak menemukan fitur Shape Correction untuk meluruskan distorsi, seperti yang saya temukan di M10 dan M20.

Satu hal yang baru di Samsung Galaxy M30 itu ada tambahan Depth Sensor 5MP yang membuat fitur Live Focus lebih greget lagi. Untuk masalah per-bokehan, Live Focus ini memang cukup cakep, blur-nya sangat natural, dan miss-blur juga lebih minimalis selama diambil di jarak yang tepat. Oh ya, bisa mengatur fokus belakangan juga plus menambahkan pola-pola blur yang lucu pada background supaya lebih dramatis.

hasil foto samsung galaxy m30
Hasil foto dengan kamera Samsung Galaxy M30

Nah, dengan adanya depth sensor khusus, dan bukan bantuan software foto-foto bokeh menjadi tidak terbatas di obyek manusia saja tapi bisa benda-benda lain, seperti action figure atau misal pot bunga. Untuk foto-foto lowlight, performa kameranya masih cukup oke selama ada cahaya yang setidaknya masih dekat dengan obyek.

hasil foto malam hari
Hasil foto malam hari

Kekurangan kamera Galaxy M30 ada pada kondisi lowlight, untuk kondisi yang benar-benar gelap cuma bisa pasrah saja sih dengan kamera M30 ini. Mungkin ini juga berlaku untuk smartphone lain yang tidak punya Mode Malam khusus pada kameranya. Saya sih masih berharap akan ada Mode Malam pada update software selanjutnya kalau ingin kamera M30 ini bersaing di segmen Rp 3 jutaan.

Untuk kamera selfie, resolusinya cukup tajam, di 16MP dengan bukaan lensa f/2.0. Mode cakep-nya otomatis mendeteksi obyek dan membantu menghaluskan serta memutihkan wajah, hasilnya sudah cukup cakep lah ya untuk menjadi Profile Picture atau dipasang di aplikasi pencari jodoh. Ditambah lagi, mode Live Focus juga berjalan di sini.

Merekam video dengan Galaxy M30

Untuk kamera video mentok di Full HD 30 fps, tidak ada opsi untuk memakai mode 60fps, tidak ada fitur stabilisasi seperti EIS apalagi OIS.

Tanpa pusing soal kestabilan, hasil videonya menurut saya cukup oke. Dynamic Range-nya cukup luas dan bisa pakai lensa Ultra-Wide Anglenya kalau memang butuh frame yang lebih luas. Kamera depan smartphone ini bisa merekam video dengan resolusi maksimal Full HD di 30fps. Angle-nya cukup luas, kanan-kiri masih luas sekali, dan saya sangat suka dengan tone warna video dari Samsung.

Ini cakep sekali, meskipun memang belum ada fitur stabilisasi yang bisa membuat videonya lebih stabil masih ada semacam getaran-getaran kecil, tapi so far, Dynamic Range sangat cakep. Menurut kamu bagaimana hasilnya?

Performa dapur pacu dan kemampuan gaming

Sepertinya tidak ada hal yang baru soal performa di Samsung Galaxy M30 ini. Masih dengan dapur pacu Exynos 7904 sama seperti yang ada di Galaxy M20.

Chipset ini literally 8-core ya, hanya saja konfigurasinya memang agak berbedabila dibandingkan dengan chipset lain. 6-core berjalan di Cortex A53 yang memang untuk low power. Sementara 2-core sisanya untuk performa di Cortex A73.

Karakternya mungkin lebih mirip dengan Snapdragon 636 ya. Dikawinkan dengan RAM 4GB yang sudah memakai LPDDR4 performanya sejauh ini masih cukup smooth. Buka-tutup aplikasi masih cukup responsif.

Dan beberapa aplikasi yang sudah lama di-minimize di background masih bisa dipanggil dengan sangat cepat. Untuk rata-rata konsumsi RAM pada kisaran 2.5GB sampai 3GB.

Lalu, untuk performa gaming bagaimana? Ya, mesin grafis Mali G71 pada M30 ini sebenarnya sudah cukup mumpuni untuk memainkan game-game Android jaman now. Sudah support Vulkan juga, ini kelebihan Samsung Galaxy M30 yang membuat tampilan game terlihat lebih realistis. Main game MOBA Vainglory di M30 ini asli enak sekali.

Selain ukuran layarnya yang lebih luas, pergerakan karakternya juga sangat smooth. Saat sedang tawuran menghancurkan tower musuh smartphone ini juga masih bisa stabil-stabil saja fps-nya. Pokoknya hajar terus.

Lanjut ke game battle royale, PUBG Mobile. Samsung Galaxy M30 dapat setting grafis rata tengah atau Medium. Ini masih terasa cukup nyaman untuk memainkan game ini dari awal sampai chicken dinner.

Frame drop masih terasa pada beberapa titik tapi tidak sampai mengganggu misi kamu untuk menjadi yang terakhir survive di game ini. Samsung Galaxy M30 memang bukan smartphone ternyaman untuk main game-game Android.

Daya tahan baterai Samsung Galaxy M30

Smartphone ini punya senjata utama yang memungkinkan kita bisa bermain game berjam-jam. Ya! Kapasitas baterainya!

Nah, ini dia kelebihan utama Samsung Galaxy M30 yang punya nilai jual, yaitu kapasitas baterai-nya yang jumbo. Sebenarnya masih sama dengan yang di M20 yaitu 5000 mAh.

Bisa dipakai untuk apa saja sih smartphone dengan kapasitas baterai sebesar ini?

Well, baterai ini benar-benar membuat saya bingung untuk menghabiskannya dalam 1 hari. Saya sudah pakai smartphone ini untuk bersosial media sseharian, sampai bosan melototin trending di Twitter atau explore di Instagram.

Kemudian, saya pakai untuk menonton film streaming di Netflix menonton serial sampai 1 season penuh. Lalu, saya juga geber kameranya untuk cek hasil foto dan kamera videonya sambil jalan-jalan sore. Dan, saya juga memakainya untuk bermain game online yang mana bisa menghabiskan baterai lebih besar. Dan saya bisa pakai Samsung Galaxy M30 ini sekitar 2 harian!

Untuk screen on time-nya sendiri juga cukup impressive, tembus hampir 10 jam, loh! 10 jam!! Gokil! Well, di sini hasil screen on time memang relatif ya beda case tentu saja bisa hasilnya.

Nah, di sini saya pakai single SIM 4G dan terkadang konek ke WiFi. Kemudian, Brightness saya set ke 50%. Nah, untuk hasil yang lebih fair, biasanya saya benchmark lagi melalui aplikasi PCMark untuk menguji battery life-nya. Dan, hasilnya juga tidak kalah impressive tembus angka 13 jam 41 menit.

Untungnya dengan kapasitas baterai sebesar itu. Samsung sudah membekali charger bawaan yang sudah support fast charging, 15W dan sudah memakai USB Type-C juga.

Setidaknya saat mengisi baterai 5000 mAh ini tidak butuh waktu terlalu lama. Dari 10% sampai 50%, butuh waktu sekitar 1 jam 10 menit dan dari 10% sampai benar-benar penuh 100%, butuh waktu sekitar 2 jam 10 menit. Nah, menurut kamu durasi selama itu biasa saja atau malah sangat cepat untuk ukuran smartphone dengan kapasitas baterai 5000 mAh?

KESIMPULAN

Dengan harga Rp 3 jutaan, Samsung Galaxy M30 ini punya banyak sekali pesaing yang tidak kalah bagus. Kalau kamu mencari smartphone mid-range yang prosesornya lebih ngebut, yang lebih nyaman untuk bermain game, yang kamera malamnya lebih cakep dan bisa merekam video 4K atau minimal Full HD di 60fps silahkan skip smartphone ini dan kamu bisa dapatkan smartphone lain yang speknya lebih menggiurkan, bahkan harganya bisa lebih murah.

Tapi, kalau kamu mencari smartphone Rp 3 jutaan yang punya layar Super AMOLED yang bisa memanjakan kamu menonton film streaming di Netflix atau YouTube, kemudian punya UI yang asik dengan aplikasi Samsung Gift yang akan memberi diskon setiap hari, dan yang pastinya punya baterai yang bisa digeber sampai 2 hari tanpa ketemu colokan dan juga powerbank, saya rasa, tidak ada pilihan yang lebih mantap selain Samsung Galaxy M30 ini. Murah atau mahal, semuanya kembali lagi pada selera kebutuhan dan yang pasti budjet kamu.

Sekian dulu review mengenai kelebihan dan kekuranga Samsung Galaxy M30 pada kesempatan kali ini. Semoga bisa memberikan gambaran, jangan lupa untuk komentar di bawah ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published.